oleh : MTA
Setelah kaget berhasil menang lomba menulis cerpen di tahun 2009, dengan mengangkat kisah cinta (almarhum) Eyang Kakung dan (almarhumah) Eyang Puteri, akhirnya di tahun 2011 saya tergerak untuk menulis "Balada 13 PRT". Awalnya hanya berupa tulisan singkat yang saya posting di internet. Sambutannya luar biasa heboh, bahkan 2 penerbit menelpon saya ingin menerbitkan kisah tersebut. Sungguh-sungguh tidak menyangka :p
Satu-satunya alasan mengapa saya tergerak menuliskan buku ini adalah karena kisah ini nyata dan sangat unik! itu saja.
oh iya..
cover by : Anjik Andrianto
Balada 13 PRT
Selasa, 03 Januari 2017
Apa pendapat GKR Hemas terhadap buku "nyeleneh" ini?
"Buku yang ada di tangan pembaca saat ini perlu saya apresiasi, tidak
hanya karena persoalan keberanian di atas, namun juga apresiasi untuk
ketulusan sekaligus kejelian penulis dalam menganggkat topik mengenai
Pekerja Rumah Tangga sebagai sebuah realita yang ada di sekeliling kita"
(Gusti Kanjeng Ratu Hemas)
(Gusti Kanjeng Ratu Hemas)
Apa Kata Mereka???
"Buku
ini sangat inspiratif, membuka paradigma baru. Masih adakah cerita nyata PRT
yang belum tersampaikan? Being honest, saya kapok punya pembantu dengan segala
masalahnya
:) . Salut untuk Teddy yang terpikir untuk menulis buku yang menceritakan
pembantu. Makin deh... penasaran sama buku keduanya nanti...mudah-mudahan gaya
bahasanya sama seperti buku pertamanya, LUGAS!!!"
-- Vivie Novidia,
Director Numberone Broadcasting
School / Penyiar STV Bandung
"Saya
harap dengan membaca buku ini, kita semua ingat, bahwa PRT adalah saudara
sebangsa dan setanah air yg kurang beruntung dibandingkan kita. Ajarilah diri
kita dan orang-orang di sekitar kita menghargai PRT, supaya perilaku ini
menjadi cerminan cinta kita terhadap bangsa kita sendiri dan pada akhirnya kita
akan dihormati oleh bangsa lain juga."
-- Gemala Cempaka Hapsari, Mahasiswa
S3 Perancis
"Nasib
seseorang memang tidak ada yang mengetahuinya. Saya sendiri yakin tangan TUHAN
tidak pernah salah, bisa saja terjadi ketika para Pekerja Rumah Tangga itu
dengan tulus berbakti kepada kita dan TUHAN berkehendak mengangkat derajat
mereka, keadaanpun berubah. Di keluarga kamipun kejadian seperti itu sudah
pernah terjadi beberapa kali. Dimana sopir, pembantu kemudian sukses dan
berubah hidupnya".
-- Madame Melanie Gobel, Pengusaha
"Kadang-kadang
kita memang melewatkan cerita- cerita yang sebenarnya sangat dekat dengan hidup
kita sehari-hari ... hahahah ini cerita seperti untuk mengingatkan sang majikan
bahwa para pembantu rumah tangga sebenarnya juga punya masalah seperti
kita juga,
yaaa... Penulis pun membeberkannya dengan santai dan jelas."
-- Cara Djalil,
Kepala Sekolah Kidsports Pondok
Indah
Bagaimana cara mendapatkan buku ini?
Karena buku ini bukan buku baru, maka kemungkinan besar Anda tidak akan mendapatkannya di toko-toko buku. Tapi jangan kuatir, kebetulan kami masih ada stock buku tersebut. Masih Baru. Walaupun tidak banyak hehehe..
Kadang Bikin Emosi
Awalnya
sempet ragu ikutan sharing ato ga karna kl dpikir byk cerita tidak enaknya
ketimbang yg enak saat pakai pembantu, juga bisa jadi emosi saat
membicarakannya, serta agak takut dibilang merusak nama baik kumpulan
pembantu" nantinya hhahaha... Tp akhirnya saya pikir tidak apalah sharing
disini, siapa tau ada ide atau inisiatif apa yg akhirnya bisa diambil di masa
depannya agar lebih baik, karna saya lihat Pak Made Teddy Artiana sering
menulis artikel ♑å♌g berbobot.
Pembantu yg
benar sekarang sdh langka, banyakan ga benarnya, begitu pula yayasannya.
Dimulai dr waktu pengambilan mrk di makelar atau yayasan, sampai yang sekongkol
dgn yayasan agar mereka pulang setelah masa jaminan yg biasanya 3 bln selesai,
atau saat minta ganti selalu dibilang tidak ada pengganti. Ada hal ♑å♌g agak
konyol menurut saya, mereka yang dipekerjakan, masa calon majikan
yang diinterview ?, anggota keluarga berapa, ada piaraan anjing atau tidak,
rumahnya tingkat atau tidak, ada teman atau tidak, maunya dipekerjakan berdua
dengan temannya. Gaji mau tinggi tanpa mereka sadar tinggal dgn kita, makan
gratis, tidak bayar sewa rumah, sakit diobati. Tapi kerjanya asal, belum lagi
yang suka nyolong makanan atau harta. Maksud saya disini, kita sebagai calon
majikan saja belum mengenal mereka, tidak ada referensi (seperti di luar negri)
dari majikan sebelumnya apakah mereka bekerja baik atau tidak, bagaimana
tingkah laku mereka tapi kita (mau tidak mau) terima mereka di rumah kita dalam
keluarga kita, bahkan untuk menjaga anak, ygmana jg ada kasus"
pembantu ♑å♌g menyiksa anak majikannya.
Pernah dapat
pembantu pemula yang tdk bisa apapun, kerja apa juga tidak rapi, malas,
curi makanan, berbohong, tidak ada niat usaha tapi makannya segunung dan sering
pula. Tapi dia bilang ke yayasannya tidak cukup makan ! Olala.... Padahal saya
tidak pernah memisahkan makanan mereka, tidak saya jatah pula.
Ada lagi yg baru saja sampai di rumah sudah bilang tidak betah minta balik, diminta tunggu sampai besok agar diambil oleh pihak yayasan, eh malah dia kabur, sampai akhirnya saya tidak dapat pengganti dan tidak mendapat kembali uang yang telah saya bayar. Untuk pengambilan pembantu saja, kisaran jumlah Rp. 800 rb, mungkin sekarang 1 (satu) juta ♑å♌g harus kita keluarkan dari kantong, Itu bukan jumlah ♑å♌g kecil menurut saya.
Banyak
sekali tindakan mereka yang buat kesal dan marah, dan kalau sharing dengan
teman"...smua juga mengeluhkan hal ♑å♌g sama. Memang kita membutuhkan
mereka untuk mengerjakan hal" ♑å♌g tidak sempat kita kerjakan, tapi
mereka juga butuh uang dari kita bukan ? Mereka beri tenaga, kita memberi
mereka tak hanya gaji, tapi jg makan dan tmp tinggal.
Sering saya
perhatikan jika ada kasus mencuat pembantu dianiaya majikan di dalam atau luar
negri, seringkali majikan ♑å♌g disalahkan, tapi adakah mereka
lihat dari sisi lain, mengapa mereka diperlakukan seperti itu ? Bukan berarti saya
setuju mereka disiksa karna saya juga tidak pernah melakukan hal itu, tapi
terkadang perbuatan mereka sendiri ♑å♌g menyebabkannya, bikin orang naik
darah.
Seringkali pihak majikan dirugikan, tapi tidak pernah mendapat perlindungan ♑å♌g seharusnya.
Pernah saya baca ada semacam wahana perlindungan untuk para pembantu, tapi adakah wacana perlindungan bagi para majikan agar tidak selalu dirugikan ? Bukankah para majikan adalah pengguna jasa alias konsumen jg ?
Semoga
bermanfaat...
Salam,
Lina
Lina
PRT vs Calon Dokter
oleh : violet.ardiani9@gmail.com
Hii...
Aku pernah punya pembantu namanya Enah...tampangnya culun mirip boneka Afrika, rambutnya keriting, kulitnya hitam tp bodynya semok...
Diam2 menghanyutkan...pas dtg dia udh naksir anak tetangga yg calon dokter..so kalau ke warung pasti lewat rmhnya.
Suatu hari dia bikin pengakuan habis diperkosa sm tuh cowok. Cerita versi dia wkt air pam mati dia numpang mandi trs pas keluar lgs dibekap dan dikasih pil obat tidur selanjutnya terjadilah....
Kita panggil keduanya utk diinterogasi...cowok itu ngotot tdk bersalah..smtr si Enah membawa barang bukti Celana Dalam Bolongnya...aduhh jijik bgt.
Sampai akhirnya dia males2an gak mau gawe, muntah2, ternyata hamil...kita cecar siapa bpknya dia gak ngaku...
Akhirnya dia kabur dr rumah...ada tetangga yg lihat dia di pasar ciplak sm tukang bakso...cepat2 kita susul...ternyata benar dia dihamili tukang bakso langganan kami. Pantas kalo ke warung gak pulang2. Pas kami tanya," Knp nuduhnya Mas Budi (calon dokter) yg hamilin?" Dia cuma mesem2, "Biar anak sy ganteng dan jd dokter jg bu...". "Dasar ndeso...tetap aja anak kamu rupanya mirip kamu & si Eno tukang bakso nah!".
Aku pernah punya pembantu namanya Enah...tampangnya culun mirip boneka Afrika, rambutnya keriting, kulitnya hitam tp bodynya semok...
Diam2 menghanyutkan...pas dtg dia udh naksir anak tetangga yg calon dokter..so kalau ke warung pasti lewat rmhnya.
Suatu hari dia bikin pengakuan habis diperkosa sm tuh cowok. Cerita versi dia wkt air pam mati dia numpang mandi trs pas keluar lgs dibekap dan dikasih pil obat tidur selanjutnya terjadilah....
Kita panggil keduanya utk diinterogasi...cowok itu ngotot tdk bersalah..smtr si Enah membawa barang bukti Celana Dalam Bolongnya...aduhh jijik bgt.
Sampai akhirnya dia males2an gak mau gawe, muntah2, ternyata hamil...kita cecar siapa bpknya dia gak ngaku...
Akhirnya dia kabur dr rumah...ada tetangga yg lihat dia di pasar ciplak sm tukang bakso...cepat2 kita susul...ternyata benar dia dihamili tukang bakso langganan kami. Pantas kalo ke warung gak pulang2. Pas kami tanya," Knp nuduhnya Mas Budi (calon dokter) yg hamilin?" Dia cuma mesem2, "Biar anak sy ganteng dan jd dokter jg bu...". "Dasar ndeso...tetap aja anak kamu rupanya mirip kamu & si Eno tukang bakso nah!".
Langganan:
Komentar (Atom)


